• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Home
  • blog
  • Sanitarian Kit`
  • Kesling Kit
  • Cetakan Jamban
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami

Sanitarian Kit

Distributor Sanitarian Kit

Bahaya Polusi Air Apa yang Bisa Kita Lakukan?

March 12, 2026 by info_zb324480

“Jangan buang sampah ke sungai, nanti banjir!” Sebuah kalimat yang sangat sering kita dengar. Namun terjadinya banjir bukanlah satu-satunya dampak dari kebiasaan masyarakat membuang berbagai sampah ke sungai.

Dampak berbahaya lainnya dari kebiasaan buruk tersebut adalah polusi air. “Oh, polusi tidak hanya di udara ya, tapi juga air,” mungkin itulah respons Anda. Betul sekali. Anda perlu tahu bahwa polusi air berpotensi memberikan dampak yang lebih mengerikan terhadap kesehatan manusia daripada polusi udara.

Polusi air terjadi karena adanya agen biologis yang berlebihan di dalam air atau pencemaran zat kimia toksik yang dapat mengancam kesehatan manusia dan kehidupan aneka biota air. Polutan dapat berasal dari sampah, limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan lain-lain.

Di negara-negara berkembang, akses terhadap air bersih terbatas di berbagai daerah sehingga penyakit infeksi akibat kontaminasi feses manusia atau hewan dalam air minum sering terjadi. Menurut World Health Organization, kematian akibat penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air dialami oleh lebih dari 5 juta orang per tahun. Penyakit-penyakit akibat bakteri yang ditransmisikan melalui air adalah kolera, gastroenteritis, tifus, salmonellosis, disentri, dan shigellosis (Cabral, 2010).

Sampah Permukiman (Abram Pratama)
Keberadaan sungai di tengah permukiman padat dengan tingkat kesadaran kesehatan masyarakat yang relatif rendah menjadikan upaya revitalisasi menjadi semakin panjang. (foto: Abram Pratama, 2019)

Sindrom Minamata

Dewasa ini, dampak negatif polutan berupa logam berat seperti kadmium, merkuri, timah, dan arsenik terhadap kesehatan menjadi kekuatiran banyak orang. Pajanan terhadap kadmium dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan tulang. Masyarakat yang banyak mengonsumsi ikan yang terkontaminasi metil merkuri mempunyai risiko kerusakan neurologis.

Risiko tersebut meningkat untuk bayi dalam kandungan sehingga wanita hamil harus menghindari memakan ikan yang terkontaminasi  merkuri. Tentu kita tidak mau wabah penyakit Minamata yang mulai terjadi tahun 1960-an di Jepang kembali terulang.

Sindrom Minamata adalah sindrom kelainan fungsi saraf yang disebabkan oleh keracunan merkuri. Pada tingkatan akut, penyakit ini dapat menimbulkan kematian. Masyarakat Jepang mempunyai kebiasaan mengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak. Ternyata pada masa itu, ikan-ikan di Teluk Minamata telah tercemar logam berat merkuri. Logam berat lainnya yaitu timah mempunyai efek toksik terhadap sistem saraf anak-anak.

Konsumsi air minum yang mengandung arsenik dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kulit dan beberapa tipe kanker lainnya, juga lesi kulit seperti hiperkeratosis dan perubahan pigmentasi (Jarup, 2003).

Bila kita mengingat kembali pelajaran biologi semasa sekolah dasar tentang rantai makanan, tentu kita menyadari bahwa manusia adalah konsumen yang berada di tingkatan tinggi rantai makanan. Fitoplankton sebagai produsen adalah sumber makanan bagi udang kecil di ekosistem sungai. Udang kecil akan dimakan ikan lele dan ikan lele kemudian diolah menjadi sajian kuliner pecel lele yang dikonsumsi dengan lahap oleh manusia.

Bayangkan, bila ada polutan seperti logam berat di sungai, maka polutan itu akan terakumulasi sejalan dengan peningkatan posisi organisme di rantai makanan, dan manusialah yang mengonsumsi polutan dengan porsi terbanyak. Waduh, alih-alih mendapat manfaat nutrisi dari protein pada ikan, malahan kesehatan terganggu bila ikan yang dikonsumsi telah tercemar polutan dengan kadar yang tinggi.


Cara Mencegah Kontaminasi

Sejumlah cara sederhana dapat dilakukan sebagai kontribusi kita dalam pencegahan kontaminasi air.

  • Air buangan tidak begitu saja dialirkan ke sungai terdekat, tetapi pastikan rumah kita dilengkapi dengan septic tank yang terawat baik;
  • Tidak membuang sampah ke sungai;
  • Tidak membiarkan sampah bertumpuk, karena bila terkena hujan akan menyebabkan adanya air kotor yang mengalir ke sumber air dan mencemarinya;
  • Hindari membuang zat kimia, bahan bakar minyak (mengandung timah), dan barang-barang yang tidak mudah terurai ke saluran air;
  • Hindari penggunaan cat yang mengandung timah;
  • Pastikan industri atau instansi tempat kita bekerja mempunyai sistem pengolahan limbah yang benar;
  • Kurangi penggunaan plastik dan lakukan daur ulang plastik;
  • Hindari penggunaan pestisida atau herbisida dalam bercocok tanam.

Dalam beberapa tahun terakhir, revitalisasi dan restorasi sungai-sungai di sejumlah kota besar di Indonesia sedang digalakkan, tetapi perlu diakui bahwa keberhasilannya belum sesuai harapan. Ekosistem sungai meliputi sepanjang wilayah daerah aliran sungai, dari hulu sungai, badan sungai, hilir sungai, dan bahkan muara sungai. Di sepanjang aliran sungai inilah terjadi segala macam interaksi atau hubungan timbal balik dari makhluk hidup dan juga lingkungannya.

Oleh karena itu, tidaklah cukup bila hanya kebersihan sebagian area sungai yang dijaga karena air mengalir sepanjang sungai dan menghubungkan suatu area dengan area lainnya sepanjang sungai. Keterlibatan berbagai pihak yaitu pemerintah, berbagai komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat (terutama masyarakat yang hidup di bantaran sungai) dalam restorasi, revitalisasi, dan keberlanjutan pemeliharaan sungai sangat dibutuhkan.

Jangan tunda lagi untuk peduli akan kebersihan sungai, mulailah dari diri kita sendiri. Semoga kepedulian

Filed Under: Uncategorized

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Jenis dan Dampak Limbah bagi Kesehatan
  • Bahaya Polusi Air Apa yang Bisa Kita Lakukan?
  • Buang Sampah Sembarangan: Apa Dampaknya?
  • 7 Makanan yang Cocok Dikonsumsi Saat Polusi Udara Meningkat
  • Bukan Cuma Menu, Kebersihan Juga Penting dalam Makan Bergizi Gratis

Recent Comments

    Archives

    • March 2026
    • February 2026
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020

    Categories

    • kesehatan
    • Sanitarian Kit
    • Uncategorized

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    Copyright Indotekhnoplus, Developed by Leads.id